Rabu, 25 Maret 2015

makalah karya tulis ilmiah



MAKALAH KARYA TULIS ILMIAH
EMULSI MINYAK
DALAM AIR
















DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA NEGERI 1 BOJONG
Jl. Raya Tuwel, Kec. Bojong, Kab. Tegal Kode pos 52466
No. Hp ( 0283 ) 3336237 E – mail : smansabo@indo.net.id
Tahun pelajaran 2013 / 2014

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Melakukan suatu percobaan merupakan hal yang menyenangkan. Kami sering mendengar orang – orang disekitar kami mengatakan “Air dan Minyak tidak akan bercampur karena perbedaan massa jenis”.
Mencermati pernyataan tersebut, kami merasa tertarik untuk mengadakan percobaan mengenai “Emulsi Minyak Dalam Air”. Dengan melaksanakan percobaan ini, diharapkan kami dapat mengetahui bagaimana minyak dan air bersatu. Oleh karena itu, kami adakan percobaan tersebut.
B.    RUMUSAN MASALAH
Dari judul “Emulsi Minyak Dalam Air”, terdapat beberapa masalah, dengan demikian perumusan masalah – nya adalah :
1.   Apakah yang dimaksud dengan emulsi?
2.   Bagaimana cara mempersatukan minyak dan air?
C.   TUJUAN PENELITIAN
Dengan dilaksanakanya percobaan ini, kami mempunyai beberapa tujuan antara lain :
1.   Untuk mengetahui pengertian dari emulsi.
2.   Untuk mengetahui cara mempersatukan minyak dan air.
D.   MANFAAT PENELITIAN
Percobaan ini mempunyai beberapa manfaat antara lain :
1.  Memberiakan informasi tentang emulsi minyak dalam air.
2.  Memotivasi siswa agar berminat untuk melakukan percobaan dalam kehidupan sehari – hari.
E.    HIPOTESIS
Hipotesis dalam penelitian ini adalah minyak dan air dapat disatukan dengan deterjen.














BAB II
LANDASAN TEORI

A.    PENGERTIAN KOLOID
Ada dua pengertian koloid :
1.    Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi (http://www.psb-psma.org/forum/bahan-ajar/kimia/koloid). Larutan memiliki sifat homogen dan stabil. Suspensi memiliki sifat heterogen dan labil. Sedangkan koloid memiliki sifat heterogen dan stabil. Koloid merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (µm).
2.    Koloid adalah zat yang berpencar di zat pelarut sebagai butir yang lebih besar dari pada molekul tetapi tidak dapat di lihat dengan mata harus dengan mikroskop (Tim Redaksi KBBI edisi ketiga, 2003 :108).
Sifat-Sifat Koloid
1)    Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
2)    Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.
3)    Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain.
Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
4)    Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
B.    PENGERTIAN EMULSI
Adapun beberapa Pengertian Emulsi yaitu sebagai berikut :
1.    Emulsi adalah sistem koloid yang terdispersi dalam zat cair lain.
2.    Emulsi adalah cairan yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yg satu terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau merata di dalam zat yg lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau berlemak dengan air)
3.    Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair.
4.    Secara umum, emulsi merupakan system yang terdiri dari dua fase cair yang tidak bercampur, yaitu fase dalam (internal) dan fase luar (eksternal) (http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/12/03/emulsi/)
Tipe-Tipe Emulsi :
1.    Tipe minyak/air (m/a atau o/w), dimana fase minyak terdispersi dalam fase air    (minyak=internal,air=eksternal).
2.     Tipe air/minyak (a/m atau w/o), dimana fase air terdispersi dalam fase minyak (air=internal, minyak=eksternal)
C.   PENGERTIAN MINYAK
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut atau bercampur dalam air ( Hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik (http: //id.wikipedia.org/wiki/minyak/). Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam : terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata minyak biasanya mengacu keminyak bumi (petroleum) atau produk olahannya : minyak tanah (kerosena).
D.   PENGERTIAN DETERJEN
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen merupakan garam Natrium dari asam sulfonat (http//www.chem-is-try.org/materi kimia/kimia-smk/kelas xi/defenisi detergen).






























BAB III
METODE PENELITIAN

A.    TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 maret 2014, jam 13 : 30, di SUMBAGA.
Waktu penelitian berlangsung selama satu hari pada tanggal 25 Januari 2011.
B.    POPULASI DAN SAMPEL
1.   Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh bahan-bahan emulsi.
2.   Sampel
Sampel penelitian ini adalah air, minyak goreng dan deterjen.
C.   TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Metode atau teknik pengumpulan data dari penelitian ini penulis menggunakan metode eksperimental. Menurut Dessy Anwar dalam Dedy Alfian (2009) “Metode eksperimental adalah penelitian yang langsung melibatkan benda atau objek yang akan diteliti.”

















BAB IV
PENELITIAN

A.    ALAT dan BAHAN


·      ALAT
1.    2 buah gelas
2.    Sendok

·      BAHAN
1.    Air
2.    Minyak
3.    Deterjen


B.    PROSEDUR KERJA
1.   Masukkan kira-kira 5 ml air dan 1 ml minyak goreng ke dalam gelas pertama, kemudian aduk dengan menggunakan sendok.
2.   Letakkan gelas pertama dan amati.
3.   Masukkan kira-kira 5 ml akuades, 1 ml minyak goreng dan 1 ml deterjen ke dalam gelas ke dua, kemudian aduk dengan menggunakan sendok.
4.   Letakkan gelas ke dua dan amati.
C.   HASIL PENELITIAN
No.
Penelitian
Hasil Penelitian
1
Pencampuran air dan minyak goreng
Air dan minyak goreng tidak tercampur. Kedudukan minyak goreng di permukaan air.
2
Pencampuran air, minyak goreng, dengan deterjen
Minyak goreng dapat tercampur rata dalam air.


D.   PEMBAHASAN
Minyak dan air adalah emulsi (cair bertemu cair namun bersifat antagonis/ tolak – menolak) sehingga tidak bisa larut dalam air. Kedudukan minyak berada di permukaan air, hal ini disebabkan oleh massa jenis minyak yang lebih kecil dari pada massa jenis air.
Agar minyak larut dalam air maka ditambahkan emulgator yaitu deterjen. Kemudian air dan minyak tersebut dapat bercampur. Deterjen disebut sebagai emulgator karena dapat menggabungkan dua buah zat yang tidak bisa bersatu.
Air dan minyak merupakan campuran yang tidak stabil. Campuran air dan minyak bisa distabilkan dengan menggunakan emulgator tertentu, contohnya deterjen / sabun. Aplikasi penelitian ini sama dengan proses pembersihan kotoran pada pakaian. Gugus polar pada deterjen / sabun memilki sifat hidrofil sehingga akan tertarik ke air sedangkan gugus nonpolarnya menarik dan mendispersikan minyak ke dalam air. Sehingga air dan minyak dapat bersatu.




BAB V
PENUTUP

A.    SIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan kami dapat menarik simpulan yaitu air dan minyak tidak akan pernah bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Massa jenis minyak lebih kecil dari pada air, sehingga minyak selalu berada di atas air. Deterjen/sabun dapat mempersatukan minyak dan air, karena gugus polar pada deterjen memiliki sifat hidrofil sedangkan gugus nonpolarnya akan menarik minyak dan mendispersikan ke dalam air, sehingga membentuk sistem koloid.
B.    SARAN
Adapun saran yang akan disampaikan kami adalah sebagai berikut.
1.   Diminta siswa/siswi berperan aktif dalam melakukan penelitian ini secara mendalam dan lebih lanjut lagi khususnya siswa/siswi program IPA.
2.   Para siswa/siswi diharapkan mampu menerapkan kedisiplinan dalam melakukan penelitian/praktikum.
3.   Diharapkan kepada guru pendidik khususnya program IPA untuk memotivasi para siswa/siswi dalam melakukan penelitian, bahwa betapa senangnya melakukan penelitian itu.

Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari salah (khilaf/ lupa). Terimakasih ...













LAMPIRAN


                            
 
A. Proses sebelum emulsi.
B. Fase II dalam proses emulsi.
C. Emulsi tak stabil.
D. Emulsi yang stabil











DAFTAR PUSTAKA

http: //id.wikipedia.org/wiki/minyak/.
http://www.chem-is-try.org/materi kimia/kimia-smk/kelas xi/defenisi detergen
http://www.psb-psma.org/forum/bahan-ajar/kimia/koloid 
Tim Redaksi KBBI edisi ketiga. 2003, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka.
Sudarmo, Unggul, 2007, Kimia untuk SMA kelas XI, Jakarta, PT. Phibeta Aneka Gama.

2 komentar:

  1. How much does a casino pay out? - Portugal Today
    You can find the most popular and most popular 바카라게임사이트 casino games like slots, blackjack, and craps at a 복불복 룰렛 casino. What's the difference av보는곳 between 스포티비365 casino games 188bet and

    BalasHapus
  2. The 5 Best Casinos Near Casinos in Washington, D.C.. - Mapyro
    Search through 101 충청남도 출장마사지 Casinos near you from 106 cities, ranked by purpose. Find the 구미 출장샵 10 closest casinos to 사천 출장마사지 you from 화성 출장안마 $$$ in 라이브스코어 Washington

    BalasHapus