MAKALAH KARYA TULIS ILMIAH
EMULSI MINYAK
DALAM AIR
DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA
NEGERI 1 BOJONG
Jl. Raya Tuwel, Kec. Bojong, Kab. Tegal Kode
pos 52466
No. Hp ( 0283 ) 3336237 E – mail : smansabo@indo.net.id
Tahun pelajaran 2013 / 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Melakukan
suatu percobaan merupakan hal yang menyenangkan. Kami sering mendengar orang –
orang disekitar kami mengatakan “Air dan Minyak tidak akan bercampur karena
perbedaan massa jenis”.
Mencermati
pernyataan tersebut, kami merasa tertarik untuk mengadakan percobaan mengenai
“Emulsi Minyak Dalam Air”. Dengan melaksanakan percobaan ini, diharapkan kami
dapat mengetahui bagaimana minyak dan air bersatu. Oleh karena itu, kami adakan
percobaan tersebut.
B.
RUMUSAN MASALAH
Dari judul
“Emulsi Minyak Dalam Air”, terdapat beberapa masalah, dengan demikian perumusan
masalah – nya adalah :
1.
Apakah yang dimaksud dengan emulsi?
2.
Bagaimana cara mempersatukan minyak dan air?
C.
TUJUAN PENELITIAN
Dengan dilaksanakanya percobaan ini, kami mempunyai
beberapa tujuan antara lain :
1. Untuk mengetahui pengertian dari emulsi.
2. Untuk mengetahui cara mempersatukan minyak dan air.
D. MANFAAT PENELITIAN
Percobaan ini mempunyai
beberapa manfaat antara lain :
1. Memberiakan informasi tentang emulsi minyak dalam
air.
2. Memotivasi siswa agar berminat untuk melakukan
percobaan dalam kehidupan sehari – hari.
E. HIPOTESIS
Hipotesis dalam penelitian
ini adalah minyak dan air dapat disatukan dengan deterjen.
BAB II
LANDASAN
TEORI
A. PENGERTIAN KOLOID
Ada dua pengertian koloid :
1.
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara
larutan dan suspensi (http://www.psb-psma.org/forum/bahan-ajar/kimia/koloid).
Larutan memiliki sifat homogen dan stabil. Suspensi memiliki sifat heterogen
dan labil. Sedangkan koloid memiliki sifat heterogen dan stabil. Koloid
merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam
suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu
nanometer (nm) hingga satu mikrometer (µm).
2.
Koloid adalah zat yang berpencar di zat pelarut sebagai butir
yang lebih besar dari pada molekul tetapi tidak dapat di lihat dengan mata
harus dengan mikroskop (Tim Redaksi KBBI edisi ketiga, 2003 :108).
Sifat-Sifat Koloid
Sifat-Sifat Koloid
1)
Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah
efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
2)
Gerak Brown
Gerak Brown adalah
gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.
3)
Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain. Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain. Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
4)
Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
B.
PENGERTIAN EMULSI
Adapun beberapa Pengertian Emulsi yaitu sebagai berikut :
1.
Emulsi adalah sistem koloid yang
terdispersi dalam zat cair lain.
2.
Emulsi adalah cairan
yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yg satu
terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau
merata di dalam zat yg lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau
berlemak dengan air)
4.
Secara umum, emulsi merupakan system yang terdiri dari dua
fase cair yang tidak bercampur, yaitu fase dalam (internal) dan fase luar
(eksternal) (http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/12/03/emulsi/)
Tipe-Tipe Emulsi :
1.
Tipe minyak/air (m/a atau o/w), dimana fase minyak
terdispersi dalam fase air (minyak=internal,air=eksternal).
2.
Tipe air/minyak (a/m
atau w/o), dimana fase air terdispersi dalam fase minyak (air=internal,
minyak=eksternal)
C.
PENGERTIAN MINYAK
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang
tidak larut atau bercampur dalam air ( Hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut
organik (http:
//id.wikipedia.org/wiki/minyak/). Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam : terasa licin
apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata minyak biasanya mengacu keminyak bumi
(petroleum) atau produk olahannya : minyak tanah (kerosena).
D.
PENGERTIAN DETERJEN
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk
membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi.
Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai
daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen
merupakan garam Natrium dari asam sulfonat (http//www.chem-is-try.org/materi kimia/kimia-smk/kelas
xi/defenisi detergen).
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 maret 2014, jam 13 : 30, di SUMBAGA.
Waktu penelitian berlangsung selama satu hari pada tanggal 25 Januari 2011.
Waktu penelitian berlangsung selama satu hari pada tanggal 25 Januari 2011.
B.
POPULASI DAN SAMPEL
1.
Populasi
Populasi penelitian
ini adalah seluruh bahan-bahan emulsi.
2.
Sampel
Sampel penelitian ini
adalah air, minyak goreng dan deterjen.
C.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Metode atau teknik pengumpulan data dari penelitian ini
penulis menggunakan metode eksperimental. Menurut Dessy Anwar dalam Dedy Alfian
(2009) “Metode eksperimental adalah penelitian yang langsung melibatkan benda
atau objek yang akan diteliti.”
BAB IV
PENELITIAN
A.
ALAT dan BAHAN
· ALAT
1.
2 buah gelas
2.
Sendok
· BAHAN
1.
Air
2.
Minyak
3.
Deterjen
B.
PROSEDUR KERJA
1.
Masukkan kira-kira 5 ml air dan
1 ml minyak goreng ke dalam gelas pertama, kemudian aduk dengan menggunakan sendok.
2.
Letakkan gelas pertama dan amati.
3.
Masukkan kira-kira 5 ml akuades, 1 ml minyak goreng dan 1 ml
deterjen ke dalam gelas ke dua, kemudian aduk dengan menggunakan sendok.
4.
Letakkan gelas ke dua dan amati.
C.
HASIL PENELITIAN
No.
|
Penelitian
|
Hasil Penelitian
|
1
|
Pencampuran air dan minyak goreng
|
Air dan minyak goreng tidak
tercampur. Kedudukan minyak goreng di permukaan air.
|
2
|
Pencampuran air, minyak goreng,
dengan deterjen
|
Minyak goreng dapat tercampur rata
dalam air.
|
D.
PEMBAHASAN
Minyak dan air adalah emulsi (cair bertemu cair namun
bersifat antagonis/ tolak – menolak) sehingga tidak bisa larut dalam air.
Kedudukan minyak berada di permukaan air, hal ini disebabkan oleh massa jenis
minyak yang lebih kecil dari pada massa jenis air.
Agar minyak larut dalam air maka ditambahkan emulgator
yaitu deterjen. Kemudian air dan minyak tersebut dapat bercampur. Deterjen
disebut sebagai emulgator karena dapat menggabungkan dua buah zat yang tidak
bisa bersatu.
Air dan minyak merupakan campuran yang tidak stabil. Campuran air dan
minyak bisa distabilkan dengan menggunakan emulgator tertentu, contohnya deterjen
/ sabun. Aplikasi penelitian ini sama dengan proses pembersihan
kotoran pada pakaian. Gugus polar pada deterjen / sabun memilki sifat hidrofil
sehingga akan tertarik ke air sedangkan gugus nonpolarnya menarik dan
mendispersikan minyak ke dalam air. Sehingga air dan
minyak dapat bersatu.
BAB V
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan kami
dapat menarik simpulan yaitu air dan minyak tidak akan pernah bercampur karena
adanya perbedaan massa jenis. Massa jenis minyak lebih kecil dari pada air, sehingga
minyak selalu berada di atas air. Deterjen/sabun dapat mempersatukan minyak dan
air, karena gugus polar pada deterjen memiliki sifat hidrofil sedangkan gugus
nonpolarnya akan menarik minyak dan mendispersikan ke dalam air, sehingga
membentuk sistem koloid.
B.
SARAN
Adapun saran yang akan disampaikan kami
adalah sebagai berikut.
1.
Diminta siswa/siswi berperan aktif dalam melakukan penelitian
ini secara mendalam dan lebih lanjut lagi khususnya siswa/siswi program IPA.
2.
Para siswa/siswi diharapkan mampu menerapkan kedisiplinan
dalam melakukan penelitian/praktikum.
3.
Diharapkan kepada guru pendidik khususnya program IPA untuk
memotivasi para siswa/siswi dalam melakukan penelitian, bahwa betapa senangnya
melakukan penelitian itu.
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan
sampaikan kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan
memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari salah (khilaf/
lupa). Terimakasih ...
LAMPIRAN
A. Proses sebelum emulsi.
B. Fase II dalam proses emulsi.
C. Emulsi tak stabil.
D. Emulsi yang stabil
B. Fase II dalam proses emulsi.
C. Emulsi tak stabil.
D. Emulsi yang stabil